Nasi Kalong: Ikon Baru Kota Bandung

Bagi pecinta kuliner, ada yang kurang rasanya jika Anda belum mencicipi nasi kalong. Nasi berwarna hitam ini berada di kota Bandung, yang juga dikenal sebagai wadah kekayaan kuliner Indonesia. Keunikan citarasa yang diusung, membuat orang rela berbondong-bondong datang, meski tengah malam sudah menjelang.

Kota Bandung memang dikenal kaya akan keragaman kulinernya. Salah satu yang dewasa ini tengah digemari banyak orang adalah nasi kalong. Nama kalong dipilih karena rumah makan ini hanya buka pada malam hari, tepatnya dari pukul tujuh malam, hingga pukul tiga dini hari. Ide membuat nasi kalong, berawal dari hobi pemilik rumah makan ini, Martin (48) dan Lenny (34) yang suka pergi mencari makanan di malam hari. Oleh karena itu, pasangan suami istri ini kemudian mencetuskan ide untuk membuka usaha makanan di malam hari.

Warna hitam nasi kalong didapatkan dari nasi merah yang diberi rempah-rempah khusus, serundeng, dan havermut. Perpaduan bumbu rempah dan kerenyahan serundeng serta havermut menjadikan rasa nasi ini sangat gurih. Nasi kalong tidak menggunakan santan, sehingga aman bagi Anda yang memiliki kolesterol tinggi. Terdapat beberapa lauk yang tersedia secara prasmanan dan mayoritas masih segar, karena dimasak langsung sebelum disajikan oleh Martin. Menu lauk-pauk pendamping nasi kalong ada sekitar 40-50 macam, seperti abon sapi, sayur buncis, tempura, telur balado, perkedel kentang, dan masih banyak lagi.

Kisaran harga satu porsi nasi kalong beraneka ragam, tergantung dari jumlah sayur yang diambil. Para pembeli dapat membeli dengan harga 10 ribu rupiah untuk seporsi nasi kalong dengan lauk tahu dan telur. Bila pembeli ingin mencicipi semua menu yang tersedia, setidaknya harus menyiapkan uang 100 ribu rupiah atau lebih untuk setiap porsinya. Menu andalan mereka yang tidak boleh dilewatkan adalah tumis buncis bakar dan ayam goreng madu.

“Lumayan mahal sih yah seporsinya. Tapi yah, lumayan lah untuk membayar kreativitas penjualnya. Lagipula enak kok nasi sama lauknya,” ujar Benny (34) salah satu pembeli nasi kalong.

Usaha nasi kalong yang sudah dimulai sejak 2007 ini, hanya ada di Jl. Riau atau Jl. R.E. Martadinata no. 102, Bandung. Pasangan suami istri yang usianya terpaut 14 tahun ini, tidak berminat untuk membuka cabang di tempat lain.

“Nasi kalong udah jadi iconnya Kota Bandung, jadi cuma ada satu di Indonesia, bahkan di dunia,” ujar Lenny dengan bersemangat.

Keunikan nasi kalong ternyata juga sanggup memancing rasa penasaran beberapa artis Indonesia, untuk sekedar mampir dan mencicipi keunikannya.

“Banyak. Hingga saat ini, sudah sekitar 200 orang lebih artis yang datang ke sini.”

Jadi, bagi Anda yang sedang berada di kawasan Bandung dan merasakan lapar di tengah malam, jangan ragu lagi untuk menjadikan nasi kalong sebagai salah satu tujuan wisata kuliner malam Anda. Selamat mencoba! (edited by: Mira)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s